Regulasi dan Prosedur Pengandaan Barang dan Jasa
REGULASI
DAN PROSEDUR PENGADAAN BARANG DAN JASA
Rencana Bisnis : Pengadaan Usaha Pembuatan Baju Oxxie
Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara
terus-menerus mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, pemasaran dan
distribusi sampai pada konsumen dalam bentuk barang maupun jasa dengan tujuan
mendapatkan keuntungan dan kemanfaatan. Disini saya akan membuat sebuah rencana bisnis di
bidang pakaian
dan usaha ini akan saya beri nama “Oxxie”.
GAMBARAN UMUM
Oxxie adalah perusahaan yang
bergerak dalam bidang pakaian dimana perusahaan ini akan membuat berbagai macam
produk baju dari mulai Hoodie, Sweater, dan Kaos dengan motif unik tersendiri.
Produk yang akan dijual dengan harga ekonomis dan berkualitas sehingga akan
menarik minat para pembeli
SUMBER
INFORMASI TENTANG PENAWARAN ATAU PELUANG PROYEK TIK
Jenis produk-produk yang dihasilkan atara lain:
a.
Cetak Sablon
-
Mencetak Sablon dengan berbagai motif
-
Pelanggan dapat memberikan desain sesuai
keinginannya sendiri
b.
Jenis Pakaian
-
Pelanggan dapat memilih jenis pakaiannya,
dari hoodie, sweater, dan kaos.
-
Pelanggan dapat memilih warna yang diinginkan
-
Pelanggan dapat memilih jenis bahan yang
digunakan.
Produk
dan jasa yang ditawarkan mempunyai keunggulan yakni:
a.
Proses pengerjaan menggunakan teknologi
terkini.
b.
Proses pengerjaan cepat.
c.
Tanpa minimum order, sehingga pelanggan dapat
memesan sesuai kebutuhan.
d.
Bahan yang digunakan dalam produk mempunyai
kualitas yang bagus.
e.
Sablon dan warna tidak mudah rusak dan
luntur.
Bahan
baku dan peralatan yang digunakan:
o
5 Unit Komputer
o
5 Unit plotter hp designjet seri 500 plus
o
Monitor LCS
o
Bahan Baju
o
Bahan Sablon
Identifikasi
sumber tempat membeli barang-barang tersebut:
o
Supplier Baju
o
Toko Komputer
Kebutuhan Modal:
Modal yang diperlukan dalam
pendirian usaha kurang lebih Rp. 80.000.000.- (Delapan Puluh Juta) dengan
perincian penggunaan sebagai berikut:
1.
5 Unit Komputer Rp. 20.000.000
2.
5 Unit plotter hp designjet seri 500 plus Rp. 50.000.000
3.
Monitor LCD Rp.
3.000.000
4.
Bahan Baju Rp.
5.000.000
5.
Bahan Sablon Rp.
2.000.000
Jumlah
modal: Rp.
80.000.000
Sumber Daya Manusia:
Usaha Pembuatan pakaian ini dikelola oleh 5 orang sebagai
berikut:
-
1 orang sebagai staff marketing
-
1 orang sebagai staff keuangan
-
2 orang sebagai staff produksi
-
1 orang sebagai staff admin
a.
Tugas Staff sebagai berikut:
n Marketing,
bertanggung jawab sebagai berikut:
·
Bertanggung jawab terhadap kegiatan pemasaran
·
Memberikan pertimbangan berkaitan dengan
kondisi usaha, terutama mengenai pemasaran
·
Bertanggung jawab atas kelangsungan usaha
n Produksi,
bertanggung jawab sebagai berikut:
·
Bertanggung jawab terhadap kegitan produksi
·
Mencatat semua order yang masuk
·
Memproduksi semua order dengan tepat
·
Meminalisirkan kegagalan produksi
n Keuangan,
bertanggung jawab sebagai berikut:
·
Mengatur arus kas masuk dan keluar
·
Mengatur pemberian kompensasi kepada anggota
·
Membantu pemasaran
n Admin,
bertanggung jawab sebagai berikut
·
Mencatat semua order yang di order melalui
website
·
Bertanggung jawab jika terjadi kesalahan
·
Tanggap terhadap pelanggan.
Peluang
Usaha
Melihat hasil analisis pesaing serta potensi permintaan
pasar yang cukup besar, usaha ini masih memungkinkan untuk bersaing dengan
usaha pakaian lainnya. Dengan usaha yang minimum order dan harga terjangkau
menjadikan peluang untuk bisa bersaing dengan usaha pakaian lainnya.
KEBUTUHAN
DOKUMEN YANG TERTUANG DALAM KAK (KERANGKA ACUAN KERJA) ATAU TOR (TERM OF
REFERENCE) ATAU BIDDING DOCUMENT
Identifikasi kebutuhan adalah salah satu kegiatan dalam
penyusunan rencana umum pengadaan. Kegiatan lain yang juga menjadi bagian dalam
penyusunan rencana umum pengadaan adalah penyusunan dan penetapan Kerangka
Acuan Kerja (KAK). KAK adalah acuan dalam setiap pengadaan barang/jasa yang
terdiri atas:
1. Uraian
kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi latar belakang, maksud, dan tujuan,
lokasi kegiatan, sumber pendanaan, serta jumlah tenaga yang diperlukan. Latar
belakang usaha ini karena melihat potensi lingkungan sekitar permintaan akan baju
yang semakin meningkat.
2. Waktu yang
diperlukan dalam melaksanakan kegiatan/pekerjaan tersebut mulai dari
pengumuman, rencana pengadaan sampai dengan penyerahan barang/jasa. Waktu yang
diperlukan untuk membuka usaha ini sesuai kelengkapan pengadaan barang-barang,
peralatan dan lainnya.
3. Spesifikasi
teknis barang/jasa yang akan diadakan. Dalam usaha pakaian yang akan diadakan
seperti cetak sablon dan pembuatan baju dengan ukuran S, M, dan L.
4. Besarnya total
perkiraan biaya pekerjaan termasuk kewajiban pajak yang harus dibebankan pada
kegiatan tersebut. Dalam pengadaan usaha pembuatan pakaian total perkiraan
modal sekitar Rp. 80.000.000,-.
Istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan
KAK adalah Term Of Reference (TOR). KAK dan RAB merupakan dokumen awal yang
disusun untuk penganggaran tahunan dan termasuk dalam dokumen anggaran K/L/D/I.
Permasalahan yang terjadi di lapangan, karena proses
pengadaan yang dilakukan dimulai dari identifikasi kebutuhan yang mengada-ada,
maka penyusunan KAK juga hanya dilakukan setengah hati dan sekedar untuk
menggugurkan kewajiban dokumen dalam penyusunan anggaran belaka.
Sering terjadi, karena sifat pekerjaan selalu berulang
setiap tahun, maka KAK yang disusun hanya sekedar “save as” dari dokumen KAK
tahun sebelumnya. Cukup dengan mengganti jumlah sasaran dan mencocokkan nilai
anggaran dengan standar biaya terbaru bahkan dengan menyusun waktu secara asal-asalan
maka KAK sudah siap dijadikan lampiran pembahasan anggaran.
Inilah yang menyebabkan proses pengadaan menjadi kacau
balau, karena ruh utama pengadaan, yaitu identifikasi kebutuhan tidak
tersampaikan secara jelas dan dipahami secara mendalam serta dituliskan secara
terukur. Proses penyusunan KAK berhenti hanya sebatas pemenuhan persyaratan
administratif dalam penganggaran.
DAFTAR
PUSTAKA
http://rahmalitaaputri.blogspot.com/2017/01/regulasi-dan-prosedur-pengadaan-barang.html
Komentar
Posting Komentar